Nusa Penida Tourism Sites

The Hidden Beauty Over  Ocean

Selamat datang di Nusa Penida

Nusa Penida

Nusa Penida, pulau kecil yang exotis dengan keindahan alam yang luar biasa. Nusa Penida memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata. Salah satu wisata yang mensinergikan kearifan lokal adalah wisata spiritual karena Nusa Penida memiliki beberapa Pura yang bisa dijadikan tujuan untuk Tirta Yatra. Bentangan alam yang istimewa dari laut sampai bukit menciptakan suatu fenomena alam yang menggoda anda untuk menjelajahinya. Keindahan panorama tersaji sempurna dari kehidupan laut dengan karang dan satwa laut yang mempesona. Ada beberap titik yang menjadi tempat istimewa untuk menyelam atau pun snorkeling bahkan Mola-mola (sun fish) hanya bisa ditemukan di Nusa Penida.

Selain wisata bahari dengan keanekaragaman hayatinya, masih banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahan pulau ini, antara lain pantai, perbukitan, wisata satwa burung, pura dan banyak lagi hal lainnya. Beberapa pantai pun tak kalah exotis dengan pasir putih  dan ombaknya. Kultur alam yang berbukit-bukit juga menyajikan pemandangan yang berbeda. Kealamian alam memberi kesegaran yang luar biasa. Anda akan terasa lebih dekat dengan alam bersyukurlah anda masih bisa menyaksikan alam yang masih benar-benar alami. Jika anda berencana untuk melakukan kunjungan wisata berikut kami sajikan beberapa spot wisata yang menarik yang menanti anda dan wajib untuk dikunjungi. Berikut ini ada beberapa points tujuan wisata pilihan.

Pantai Atuh

Pantai Atuh

View Pantai Atuh dari atas bukit

Pantai ini terletak di ujung tenggara tepatnya di Banjar Pelilit wilayah Desa Pejukutan. Dari pusat kota kecamatan anda harus mengambil jalur pantai timur ke arah Desa Suana dan kemudian terus naik ke pegunungan atas. Jika anda kurang yakin dengan arahnya, maka jangan sungkan untuk bertanya karena masyarakat pasti dengan senang hati akan membantu. Dari Banjar Pelilit, perjalanan di tempuh dengan jalan kaki sekitar 45 menit dengan menyusuri tegalan dan tebing bukit yang cukup curam. Perlu sedikit usaha untuk mencapai pantai ini tetapi semua itu akan terbayarkan dengan keindahan pantainya. Di depan Pantai terdapat dua pulau kecil yang sering dikenal dengan nama Batu Abah. Pantai ini membentang kurang lebih 500 meters dan dibatasi langsung oleh atol dan dua pulau kecil di depannya. Pasirnya putih dan lembut. JIka anda berdiri di atas tebing maka di depan anda akan terlihat pulau Lombok dengan buih laut yang ikut menghiasi. Dari titik ini kita juga bisa melihat laut seolah tanpa batas, semua biru sejauh mata memandang.

Di salah satu pulau kecil ini terdapat pura yand disucikan. Pulau ini hanya bisa dicapai dengan sampan kecil dan berjalan kaki kalau airnya surut. Masyarakat local sering menggunakan pulau ini untuk memancing. Di tengah pulau ada pura kecil yang sangat dikeramatkan jadi seandainya anda bisa ke Pulau kecil itu mohon untuk ikut serta menjaga kesuciannya. Di tepi pantai juga terdapat Pura yang diempon oleh beberapa banjar. Di Pura inilah salas satu tari sacral dan satu-satunya di dunia dipentaskan, yaitu Jangkang Pelilit. Tarian ini merupakan gambaran tarian keprajuritan pada jaman dahulu. Di lembah sebelah barat Pura terdapat dua sumur (masyarakat local menyebutnya semer) tua yang diyakini sudah dibuat sejak jaman dahulu. Jauh sebelum ada air sumur maupun PDAM sekarang, masyarakat dari daerah sekitar menjadikan sumur ini sebagai sumber air utama terutama pada musim kemarau.

Pantai ini terkesan tersembunyi dan jauh dari pemukiman, jadi pantainya bersih, hembusan udara Samudra Hindia pun membuat suasana menjadi nyaman dan tenang. Pantai ini sangat cocok untuk bersantai secara private. Selain itu anda juga bisa menikmati kelapa muda yang segar dari petani setempat. Ombak di pantai cukup kencang karena berhadapan langsung dengan samudra lepas jadi mesti berhati-hati kalau ingin berenang.

Pasih Uwug

Pasih Uwug

Great Hole of Pasih Uwug

Pasih uwug berada di banjar Karang Dawa di Desa Bunga Mekar. Spot ini bisa dicapai dengan waktu tempuh 1 jam dari pelabuhan atau pusat kota kecamatan. Pantai ini memiliki keunikan dengan gantungan karang yang mirip dengan jembatan gantung. Terdapat sebuah teluk kecil dimana bagian atas karang masih menyatu dan membentuk terowongan. Luas teluk sekitar 2 hektar dan kadang kita bisa melihat manta (pari besar) yang berenang di dalam kolam jembatan. Panjang jembatan alam gantung sekitar 50 meter yang merupakan batu karang. Lehenda lokal menyebutkan bahwa pada jaman dahulu kala ada seseorang yang mencari kayu bakar dan tanpa sengaja dia memotong kayu besar dan ternyata  mengeluarkan darah. Oleh masyarakat sekitar kayu itu ditebangi dan diambil daging serta dibagi-bagikan. Ternyata kayu itu adalah seekor ular yang sedang bertapa. Pemilik ular datang pada penduduk dan bertanya tetapi masyarakat tidak ada yang menjawab. Pemilik ular itu menancapkan sebuah lidi ke tanah untuk membuktikan kebenaran tersebut, jika masayarakt bisa mencabut lidi itu berarti masyaraktnya jujur tetapi jika tidak maka akan terjadi bencana. Alhasil, mereka tidak dapat mencabut lidi tersebut lalu sang pemilik mencabutnya. Seketika itu pula bumi bergetar dan runtuh ke bawah sehingga membentuk lubang seperti sekarang ini. Percaya atau tidak semua tergantung dari sudut pandang anda sendiri

Saat ini sebagian tanah di daerah Pasih uwug sudah berpindah tangan. Semua itu terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat itu sendiri untuk menjaga titipan leluhur mereka. Mereka begitu mudahnya menjual tanah yang merupakan titipan tersebut. Tidak ada kata lain selain penyesalan karena pada saatnya nanti mereka pasti akan tersingkir dari tanah kelahiran mereka sendiri.

Tempat ini bisa dicapai dengan harus berjalan kaki melewati perkebunan atau pun jalan setapak dari pusat banjar tersebut. Dari sini, kita bisa melihat laut lepas yang biru dan suara ombak yang membentur kuatnya batu karang di Pantai Selatan Nusa Penida. Udara segar tapi cukup kencang akan membantu anda untuk refresh dan pasti segar. Jika anda beruntung, anda bisa melihat ikan pari besar yang berenang di dalam kolam besar tersebut. Mohon kehati-hatiannya agar anda tidak terpeleset dan jatuh ke bawah karena sangat berbahaya dan tidak ada jalan untuk naik dari tebing.

Pantai Suana

Suana Beach

Pantai Suana meyajikan pemandangan alam terbuka, lekukan pantai yang menawan dan bentangan pulau Lombok yang tampak biru di kejauhan. Di salah satu sudut pantai, jika kita berdiri di atas tebing karang di depan markas pos pantau TNI AL, maka alam menyajikan pemandangan yang indah dengan laut biru di depan dan bentangan bukit dari Pejukutan sampai bukit Mundung begitu mengesankan. Pada jaman penjajahan Jepang, bukit ini dijadikan markas untuk memantau pergerakan kapal di selat Lombok, samapi sekarang pun kita bisa melihat goa-goa yang tersisa. Istimewanya lagi adalah adanya peninggalan berupa meriam tua yang sudah tidak aktif.

Di pantai ini terdapat teluk kecil yang dahulu dipakai sebagai pelabuhan oleh tentara Jepang. Airnya cukup tenang dengan pesona bawah laut yang beranekan ragam. Anda juga bisa menikmati keindahan pantainya dengan menyewa sampan nelayan local sembari menikmati kegiatan memancing atau snorkeling. Matahari terbit(sun rise) pun bisa anda saksikan dengan dihiasi ratusan perahu nelayan yang menangkap ikan.

Bukit Mundung Asah

Bukit ini berada di ketinggian sekitar 275 meters di atas permukaan laut sehinggga dari titik tertingginya kita bisa melihat bentangan pantai timur Nusa Penida dan laut biru serta bagian timur pulau Bali dan pulau Lombok tersaji di depan kita. Bukit ini berada di Banjar Jurang Batu, desa Suana. Dari jalan Pantai Suana tinggal belok kiri di dekat jembatan kecil. Dari jembatan perjalan kurang lebih 30 menit ke atas. Bukit ini mudah dikenali karena letaknya tinggi dan bukit ini dipenuhi tanaman kelapa. Sepanjang perjalanan anda bisa melihat lembah dan lekukan-lekukan bukit yang berujung di pantai sauna.

Suasan sejuk menyambut anda dan suara burung seolah-olah menjadi nyanyian selamat datang. Masyarakat di daerah ini memiliki peran besar untuk menjaga keseimbangan alam. Keberadaan burung di sini dilindungi dengan hukum adat untuk tetap menjaga kelestariannya. Bersanti di atas rumah kayu dengan hembusan angin yang lembut diyakini membuat anda tertidur. Anda juga bisa menikmati buah kelapa segar dengan memetik langsung. Bukit ini memiliki luas sekitar 3 hektar dan berbatasan langsung dengan hutan, jadi bagi anda yang ingin berpetualang sudah dibuatkan jalur khusus yang  membuat anda lebih dekat denagn alam bebas dengan nyanyian binatang penghuninya.

Alam begitu indah dan mampu memanjakan kita jadi sebaliknya kita bersikap lebih sedikit peduli dengan alam. Berwisata itu tidak mesti selalu identik dengan hotel mewah dan sebagainya tetapi bagaimana kita berwisata secara cerdas dan ikut andil dalam menjaga alam karean alam akan memberi reward yang besar kepada kita.

Bukit Nyahing

Bukit nyahing merupan rangkaian pegunungan yang membentang dari utara ke selatan. Bukit ini merupakan satu satunya akses untuk mencapai puncak tertinggi kedua di Nusa Penida, yaitu Puncak Tunjuk Pusuh. Jika kita berdiri dari bukit ini maka kita bisa melihat kedua sisi wilayah Nusa Penida yang terbagi menjadi dua oleh jalur pegunungan tadi, yaitu Nusa Penida bagian timur dan setengahnya lagi bagian barat. Udara cukup kencang dengan hawa dingin karena berada di puncak bukit. Birunya Samudra Hindia terhampar luas seluas mata memandang dengan butir –butir putih ombak yang menghiasi. Di sisi timur kita bisa melihat Pulau Lombok dengan Puncak Gunung Rinjaninya. Di bagian kaki bukit kita bisa melihat perkebunan penduduk yang bertingkat mengikuti alur bukit yang berbatasan langsung dengan tebing karang di Samudra Hindia. Tepat di sebelah timur Banjar Pelilit, ada dua buah pulau kecil tampak di kejauhan yang berada di  Pantai Atuh. Kombinasi pemandangan alam yang menyedapkan mata benar-benar tersaji dengan sempurna. Gugusan Bukit yang mengarah ke laut seolah olah terhalang oleh laut biru memberi sensasi begitu indahnya ciptaan Tuhan.

Pantai Penida

Penida Beach “Small Rock Isle”

Penida merupakan salah satu kawasan wisata favorite baik warga local maupun wisatawan asing. Pasirnya yang putih bersih dengan suara ombak yang menggelegar tiada henti. Di tengah pantai terdapat pulau kecil yang berukuran sekitar satu lapangan sepak bola menjadi pelindung abadi Pantai. Panjang pantai sekitar 1000 meter dan berbatasan langsung dengan cadas di sisi kiri dan kanan. Dari bukit sebelah kanan, kita harus menaiki anak tangga sekitar ratusan buah untuk tiba di puncak bukit. Dari bukit ini bisa dilihat pulau Ceningan dan Lembongan yang begitu dekat tetapi terpisah oleh selat kecil yang terkenal dengan arusnya yang super deras.

Pantai Penida

Atol di tengah Pantai

Di daerah ini hamper setiap hari kita bisa melihat puluhan kapal kecil yang memandu wisatawan asing untuk wisata menyelam. Keindahan alamnya begitu indah tetapi khusus bagi penyelam yang sudah pengalaman karena kerasnya arus bawah. Di sisi pantai juga terdapat waduk besar sebagai tempat penyimpanan air untuk PDAM Nusa Penida. Aliran air yang menuju Pantai menjadi tempat untuk mandi atau berenang. Di banjar Penida, anda bisa menjumpai perajin local dalam hal membuat tenun asli Nusa Penida. Sementara dari bukit sebelah kiri, kita bisa menyaksikan Pulau ceningan bagian timur dan juga Crytal Bay (Pantai Gamat)

Mata Air Peguyangan

Still collecting

Mata Air Temeling

Nusa Lembongan

Nusa Ceningan

Perasi

Konservasi burung

Sejak tahun 2006, kepulaun nusa penida ditetapkan sebagai tempat konservasi untuk beberapa satwa burung endemic. Pulau ini dipilih karena adanya aturan adat dari desa Pekraman yang mendukung pelestarian burung. Semua masyarakt tidak diijikan untuk menangkap dan atau memelihara burung tanpa terkecuali. Ada beberapa burung langka yang dilepas di daerah ini, jalak bali, jalak hitam dan berbagai species lain. Tanpa disadari keberadaan burung tersebut memberi nuansa yang indah karena suara nyaring di tengah perkebunan warga. Suasana alam begitu hidup dengan kehadiran mereka.

Konservasi burung terletak di Desa Batumadeg dengan pusat di dekat sumber mata air Seganing di Banjar Salak.

Advertisements

About gedesumadi

This website try to share the latest information about the lovely island of Nusa Penida. I hope this website can give appropriate information for those who want getting close or explore the neighboring island of Bali. Additional information can be sent to my email at sumadigede@gmail.com or call my mobile number at 082 342 275 769. All information about Bali and especially Nusa Penida Island as new tourism destination for its originality as the pearl of the ocean. Powered by : I Gede Sumadi
Aside | This entry was posted in General information, Nature and Environment, Tourism Spots and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Nusa Penida Tourism Sites

  1. I Wayan Duduk Saryana says:

    tyang anak rantauan, sangat berterimakasih atas infonya, tyang sendiri dari pelilit kubu,
    bisa gak tyang mendapat informasi mengenai pelilit kubu

    suksme

    • gedesumadi says:

      Om swastiastu

      Suksma sudah ikut berpartisipasi, sekedar info, untuk sistem komunikasi sudah lancar karena ada operator telkomsel jdi bli bisa langsung konek dengan saudara yang ada di Pelilit Kubu
      Salah satu hal lain yang menjadi kebanggaan masyarakt pelilit pada khususnya dan nusa penida umumnya adalah adanya pengakuan terhadap warisan budaya Tari Jangklang Pelilit sebagai satu-satunya tari yang hanya bisa dijumpai di Pelilit. Saat sudah dikembangkan kawasan wisata di daerah Atuh, sudah dibangun jalan beraspal untuk mencapai objek pantai tapi belum tuntas karena hanya samapi di batu lempeh saja
      Mungkin itu manten yang tiang bisa info kan dulu, suksma banget dan salam buat saudara yang ada di rantaun (Nyama Nusa)

      Santi, santi, santi, Om

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s